JUDUL
(Metode penyelesaian terhadap suatu masalah, objek, tempat, waktu pelaksanaan penelitian)
Penulis
(memuat nama tanpa gelar)
(institusi penulis)
(alamat korespondensi)
Abstrak
Tujuan penelitian
Metode penyelesaian masalah
Hasil penelitian secara ringkas
Simpulan
Keyword : (berisi kata kunci yang berkaitan dengan penelitian terdiri dari 3 – 5 kata)
Pendahuluan
Latar Belakang
Uraikan fenomena yang menjadi permasalahan yang akan diteliti
Review penelitian sebelumnya (orang lain) yang terkait dengan permasalahan yang akan diteliti
Rumusan Masalah
Fenomena yang ada kaitkan dengan konsep ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan masalah
Permasalahan yang terjadi diidentifikasi dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian
Tujuan Penelitian
Uraikan manfaat dan tujuan penelitian
Rancangan Penelitian
Sampaikan gambaran sekilas tentang objek yang akan ditelitidan skenario bagaimana penelitian akan dilakukan secara ringkas
Landasan teori
Teori-teori yang mendukung atau yang relevan dengan kegiatan penelitian yang dilakukan.
Penyajian scientific method atau landasan teori memerlukan acuan pustaka yang kuat, tajam dan mutakhir.
Cara menyitir/mengutip pernyataan peneliti/penulis harus mengikuti ketentuan yang berlaku, yaitu sistem penomoran atau catatan perut (pengacuan berkurung).
Tinjauan pustaka dibuat dengan mengemukakan hasil penelitian atau buku yang membahas subjek atau pendekatan teoritis yang sama sudah dilakukan orang lain atau penulis sendiri.
Metode Penelitian
Berisi teori acuan yang menggambarkan kerangka berpikir dalam menyelesaikan permasalahan secara ringkas.
Atau memuat Desain dan langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan dalam penelitian
Gambarkan objek (siapa dan jumlahnya), tempat, dan waktu penelitian
Jika menggunakan model matematis, cantumkan model dan uraikan makna model.
Jika menggunakan hipotesis, rumuskan hipotesis yang digunakan dalam penelitian
Hasil dan Pembahasan
Uraikan hasil yang diperoleh dan ulaslah. Dari angka-angka yang diperoleh berdasarkan analisis data maknai apa arti dari setiap angka. Kaitan juga dengan hasil penelitian-penelitian terdahulu yang menjadi rujukan
Penampilan/pencantuman/tabulasi data hasil penelitian yang dilaksanakan sesuai dengan metodologi;
Analisis dan evaluasi terhadap data tersebut sesuai dengan formula hasil kajian teoritis yang telah dilakukan;
Diskusikan atau kupas hasil analisis dan evaluasi, terapkan metode komparasi, gunakan persamaan, grafik, gambar dan tabel agar lebih jelas;
Berikan interpretasi terhadap hasil analisis dan bahasan untuk memperoleh jawaban, nilai tambah, dan kemanfaatan terkait dengen permasalahan dan tujuan penelitian.
Merupakan hasil analisis fenomena di wilayah penelitian yang relevan dengan tema sentral kajian, hasil yang diperoleh dapat berupa deskriptif naratif, angka- angka, gambar/tabel, dan suatu alat.
Penulisan runut diawali dari pemeriksaan data (verifikasi dan/atau validasi), mengulas struktur dan hubungan antar kelompok _ analisisnya _ interpretasi hasil berdasar teori dan tidak bergeser dari alur yang telah ditetapkan oleh hipotesis.
Hasil analisis berbentuk interpretasi (jika kualitatif ); statistik atau tabulasi epsilon (jika kuantitatif ).
Hasil harus menjawab permasalahan dan tujuan penelitian.
Berisi tentang penjelasan perbandingan hasil dengan hal lain yang memiliki kaitan maupun bagian dari suatu keragaman masalah yang telah dipublikasikan oleh orang lain, atau hasil dari penelitian sebelumnya jika merupakan rangkaian dari suatu kegiatan penelitian.
Simpulan
Berisi poin-poin penting yang diperoleh dari hasil penelitian. Kaitkan dengan tujuan penelitian yang dirumuskan diawal, bagaimana ketercapaiannya.
Daftar Pustaka
Contoh kutipan buku:
Arikunto, S. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Contoh kutipan jurnal:
Tiebout, Charles (1956). Apure Theory of Local Expenditure. The Journal of Political Economy, Vol.64, No.5. Oct 1956. Pp. 416-424
Translate
Jumat, 20 November 2015
Jenis Bilangan
Bilangan-bilangan dalam Matematika? Siapa sih yang gak tahu. Ya, pasti sudah pada tahu. Ini adalah suatu perihal yang terlihat sepele. Namun, dalam kenyataannya, karena terlalu sepelenya, banyak pelajar yang tak jarang tidak tahu ketika disuruh menyebutkan pengertian suatu bilangan, yah... misalnya saja kasus yang tidak lma ini terjadi di tempat sekolah saya, seorang teman saya disuruh menyebutkan apa itu bilangan komposit dan contohnya. Temanku ketika itu tidak bisa menjawabnya. Dan mungkin, banyak juga di antara sobat pengunjung yang juga tidak mengetahuinya. Oleh sebab itu, di postingan ini saya akan sedikit mengusik masalah istilah/ pengertian dari beberapa macam bilangan yang sepele itu.
#BILANGAN ASLI
Bilangan asli adalah himpunan bilangan bulat positif yang bukan nol.
Nama lain dari bilangan ini adalah bilangan hitung atau bilangan yang bernilai positif (integer positif).
Contoh :
{1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ...}
#BILANGAN CACAH
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan asli ditambah dengan nol.
Contoh :
{0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, ...}
#BILANGAN NEGATIF
Bilangan negatif
(integer negatif) adalah bilangan yang lebih kecil/ kurang dari nol. Atau juga bisa dikatakan bilangan yang letaknya disebelah kiri nol pada garis bilangan.
Contoh :
{-1, -2, -3, -4, -5, -6, -7, -8, -9, ...}
#BILANGAN BULAT
Bilangan bulat merupakan bilangan yang terdiri dari bilangan asli, bilangan nol dan bilangan negatif.
Contoh :
{-4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, ...}
#BILANGAN PRIMA
Bilangan prima adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri.
Contoh :
{2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, ...}
#BILANGAN KOMPOSIT
Bilangan komposit adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang bukan merupakan bilangan prima. Bilangan komposit dapat dinyatakan sebagai faktorisasi bilangan bulat, atau hasil perkalian dua bilangan prima atau lebih. Atau bisa juga disebut bilangan yang mempunyai faktor lebih dari dua.
Contoh :
{4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 18, …}
#BILANGAN KOMPLEKS
Bilangan kompleks adalah
suatu bilangan yang merupakan penjumlahan antara bilangan real dan bilangan imajiner atau bilangan yang berbentuk a + bi. Dimana a dan b adalah bilangan real, dan i adalah bilangan imajiner tertentu. Bilangan real a disebut juga bagian real dari bilangan kompleks, dan bilangan real b disebut bagian imajiner. Jika pada suatu bilangan kompleks, nilai b adalah 0, maka bilangan kompleks tersebut menjadi sama dengan bilangan real a.
Contoh :
{3 + 2i}
#BILANGAN IMAJINER
Bilangan imajiner adalah bilangan yang mempunyai sifat i2 = −1. Bilangan ini merupakan bagian dari bilangan kompleks. Secara definisi, bilangan imajiner i ini diperoleh dari penyelesaian persamaan kuadratik :
x2 + 1 = 0
atau secara ekuivalen
x2 = -1
atau juga sering dituliskan sebagai
x = √-1
#BILANGAN REAL
Bilangan real atau bilangan riil
menyatakan bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk decimal, seperti 2,86547… atau 3.328184. Dalam notasi penulisan bahasa Indonesia, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang koma “,” sedangkan menurut notasi ilmiah, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang tanda titik “.”. Bilangan real meliputi bilangan rasional, seperti 42 dan −23/129, dan bilangan irrasional, seperti π dan √2, dan dapat direpresentasikan sebagai salah satu titik dalam garis bilangan.
Himpunan semua bilangan riil dalam matematika dilambangkan dengan R (berasal dari kata “real”).
#BILANGAN IRRASIONAL
Bilangan irrasional merupakan bilangan real yang tidak bisa dibagi atau lebih tepatnya hasil baginya tidak pernah berhenti. Sehingga tidak bisa dinyatakan a/b.
Contoh :
π = 3,141592653358……..
√2 = 1,4142135623……..
e = 2,71828281284590…….
#BILANGAN RASIONAL
Bilangan rasional adalah bilangan-bilangan yang merupakan rasio (pembagian) dari dua angka (integer) atau dapat dinyatakan dengan a/b, dimana a merupakan himpunan bilangan bulat dan b merupakan himpunan bilangan bulat tetapi tidak sama dengan nol. Bilangan Rasional diberi lambang Q (berasal dari bahasa Inggris “quotient”).
Contoh :
{½, ⅓, ⅔, ⅛, ⅜, ⅝, ⅞, ...}
Bilangan pecahan termasuk sekumpulan bilangan rasional. Pecahan desimal adalah pecahan-pecahan dengan bilangan penyebut 10, 100, dst. { 1/10, 1/100, 1/1000 }, semua bilangan ini dapat ditemukan dalam garis-garis bilangan.
Sebuah bilangan asli dapat dinyatakan dalam bentuk bilangan rasional. Sebagai contoh bilangan asli 2 dapat dinyatakan sebagai 12/6 atau 30/15 dan sebagainya.
#BILANGAN PECAHAN
Bilangan pecahan adalah bilangan yang disajikan/ ditampilkan dalam bentuk a/b; dimana a, b bilangan bulat dan b ≠ 0.
a disebut pembilang dan b disebut penyebut.
#BILANGAN ASLI
Bilangan asli adalah himpunan bilangan bulat positif yang bukan nol.
Nama lain dari bilangan ini adalah bilangan hitung atau bilangan yang bernilai positif (integer positif).
Contoh :
{1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ...}
#BILANGAN CACAH
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan asli ditambah dengan nol.
Contoh :
{0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, ...}
#BILANGAN NEGATIF
Bilangan negatif
(integer negatif) adalah bilangan yang lebih kecil/ kurang dari nol. Atau juga bisa dikatakan bilangan yang letaknya disebelah kiri nol pada garis bilangan.
Contoh :
{-1, -2, -3, -4, -5, -6, -7, -8, -9, ...}
#BILANGAN BULAT
Bilangan bulat merupakan bilangan yang terdiri dari bilangan asli, bilangan nol dan bilangan negatif.
Contoh :
{-4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, ...}
#BILANGAN PRIMA
Bilangan prima adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri.
Contoh :
{2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, ...}
#BILANGAN KOMPOSIT
Bilangan komposit adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang bukan merupakan bilangan prima. Bilangan komposit dapat dinyatakan sebagai faktorisasi bilangan bulat, atau hasil perkalian dua bilangan prima atau lebih. Atau bisa juga disebut bilangan yang mempunyai faktor lebih dari dua.
Contoh :
{4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 18, …}
#BILANGAN KOMPLEKS
Bilangan kompleks adalah
suatu bilangan yang merupakan penjumlahan antara bilangan real dan bilangan imajiner atau bilangan yang berbentuk a + bi. Dimana a dan b adalah bilangan real, dan i adalah bilangan imajiner tertentu. Bilangan real a disebut juga bagian real dari bilangan kompleks, dan bilangan real b disebut bagian imajiner. Jika pada suatu bilangan kompleks, nilai b adalah 0, maka bilangan kompleks tersebut menjadi sama dengan bilangan real a.
Contoh :
{3 + 2i}
#BILANGAN IMAJINER
Bilangan imajiner adalah bilangan yang mempunyai sifat i2 = −1. Bilangan ini merupakan bagian dari bilangan kompleks. Secara definisi, bilangan imajiner i ini diperoleh dari penyelesaian persamaan kuadratik :
x2 + 1 = 0
atau secara ekuivalen
x2 = -1
atau juga sering dituliskan sebagai
x = √-1
#BILANGAN REAL
Bilangan real atau bilangan riil
menyatakan bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk decimal, seperti 2,86547… atau 3.328184. Dalam notasi penulisan bahasa Indonesia, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang koma “,” sedangkan menurut notasi ilmiah, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang tanda titik “.”. Bilangan real meliputi bilangan rasional, seperti 42 dan −23/129, dan bilangan irrasional, seperti π dan √2, dan dapat direpresentasikan sebagai salah satu titik dalam garis bilangan.
Himpunan semua bilangan riil dalam matematika dilambangkan dengan R (berasal dari kata “real”).
#BILANGAN IRRASIONAL
Bilangan irrasional merupakan bilangan real yang tidak bisa dibagi atau lebih tepatnya hasil baginya tidak pernah berhenti. Sehingga tidak bisa dinyatakan a/b.
Contoh :
π = 3,141592653358……..
√2 = 1,4142135623……..
e = 2,71828281284590…….
#BILANGAN RASIONAL
Bilangan rasional adalah bilangan-bilangan yang merupakan rasio (pembagian) dari dua angka (integer) atau dapat dinyatakan dengan a/b, dimana a merupakan himpunan bilangan bulat dan b merupakan himpunan bilangan bulat tetapi tidak sama dengan nol. Bilangan Rasional diberi lambang Q (berasal dari bahasa Inggris “quotient”).
Contoh :
{½, ⅓, ⅔, ⅛, ⅜, ⅝, ⅞, ...}
Bilangan pecahan termasuk sekumpulan bilangan rasional. Pecahan desimal adalah pecahan-pecahan dengan bilangan penyebut 10, 100, dst. { 1/10, 1/100, 1/1000 }, semua bilangan ini dapat ditemukan dalam garis-garis bilangan.
Sebuah bilangan asli dapat dinyatakan dalam bentuk bilangan rasional. Sebagai contoh bilangan asli 2 dapat dinyatakan sebagai 12/6 atau 30/15 dan sebagainya.
#BILANGAN PECAHAN
Bilangan pecahan adalah bilangan yang disajikan/ ditampilkan dalam bentuk a/b; dimana a, b bilangan bulat dan b ≠ 0.
a disebut pembilang dan b disebut penyebut.
Jumat, 03 Juli 2015
LIMIT
A.
Limit
1.1. Pengertan
limit
Dalam matematika, konsep limit digunakan untuk
menjelaskan sifat dari suatu fungsi, saat argumen mendekati ke suatu titik, atau tak hingga; atau sifat dari suatu barisan saat indeks mendekati tak hingga. Limit dipakai dalam kalkulus (dan cabang lainnya dari analisis matematika)
untuk mencari turunan dan kekontinyuan.
1.2. Teorema-teorema
limit
Misalkan f dan g adalah fungsi-fungsi yang terdefinisi pada
selang buka I yang memuat a kecuali mungkin pada a sendiri dan misalkan limit f dan g di a ada, jika
dan
, maka:
(i)
(ii)
(iii)
(iv)
(v)
, dengan n bilangan positif dan
>0
(vi)
Teorema akibat
k = konstanta.
Contoh Soal:
1.
2.
(teorema v)
1.3. Limit kiri dan limit kanan
(limit sepihak)
Sebelum kita membahas konsep
“Limit kiri” dan “limit kanan”, perhatikan dengan seksama fungsi f beserta grafik pada contoh berikut :
|
Gambar
grafik f(x) =
|
|
2
|
|
-2
|
|
-1
|
|
1
|
|
0
|
|
y
|
|
x
|
Contoh :
Fungsi f
ini terdefenisi pada semua bilangan real kecuali di x = 0, jadi Df =
R – {0}.
Sebagaimana halnya pada contoh maka pada contoh ini kita
amati perilaku fungsi f(x) =
disekitar x =
0. Bilamana x cukup dekat ke 0, maka f(x) tidak mendekati suatu nilai tertentu,
sehingga kita katakan
·
Akan tetapi, bilamana x mendekati 0 dari arah
kanan (dari arah nilai-nilai x yang besar dari 0), maka f(x) akan mendekati 1.
dalam hal ini kita katakan bahwa fungsi x mempunyai “limit kanan” di 0
dengan nilai limit kanan 1, ditulis
·
Demikian juga bilamana x mendekati 0 dari arah
kiri (dari arah nilai-nilai x yang lebih kecil 0), maka f(x) akan mendekati
bilangan -1. Dalam hal ini kita katakan bahwa fungsi f mempunyai “limit kiri”
di 0 dengan nilai limit kirinya
-1, ditulis
Dari kenyataan ini kita
defenisikan limit kanan dan limit kiri sebagai berikut :
Contoh 1.
a.
|
1
|
|
0
|
|
1
|
|
2
|
|
-1
|
|
x
|
|
y
|
|
y = x2
|
|
y = 2
|
Gambar 1 |
Tunjukkan bahwa
tidak ada, dan
gambar grafiknya.
Penyelesaian:
f(x) =
Untuk menghitung limit kiri
dari f digunakan persamaan
(domain dari f
di sebelah kiri dari 1). Sebaliknya untuk menghitung limit kanan dari f digunakan persamaan
. Sehingga
karena limit kiri tidak sama
dengan limit kanan maka disimpulkan bahwa
tidak ada.
Contoh
2:
Diberikan fungsi f(x) =
a. Gambar
grafik f
b. Tentukan
, jika ada
c. Tentukan
, jika ada
Penyelesaian:
a. Grafik
fungsi f diatur oleh 3
persamaan yaitu :
y = 2x + 1, pada
selang [1,+¥)
y = -x2 , pada selang [-1,1)
y = x2 + 2x,, pada
selang (-¥,-1)
sehingga grafik f merupakan
gabungan dari tiga kurva diatas (gambar 2)
|
1
|
|
0
|
|
1
|
|
2
|
|
-1
|
|
y
|
|
f(x)
|
|
3
|
|
-1
|
|
-2
|
|
x
|
Gambar
2
|
b.
Dengan menggunakan definisi limit, dapat
ditunjukkan bahwa pada titik a = -1 maka:
Limit
kiri :
dan
Limit kanan :
karena limit kiri sama dengan
limit kanan maka disimpulkan bahwa
c.
Pada titik a
= 1 , maka
Limit
kiri :
dan
Limit kanan :
karena limit kiri tidak sama
dengan limit kanan maka disimpulkan bahwa
1.4
Limit Tak Hingga
Definisi
1.4.1:
Misalkan f suatu
fungsi yang terdefinisi pada selang terbuka yang memuat a, kecuali mungkin pada a
sendiri, maka:
(i)
Limit f(x) dikatakan
“membesar tanpa batas” (+¥) bilamana x mendekati a, ditulis sebagai:
jika "M > 0, $ d > 0 sedemikian sehingga
(ii)
Limit f(x) dikatakan
“mengecil tanpa batas” (-¥) bilamana x mendekati a, ditulis sebagai:
jika "M>0, $d>0 sedemikian sehingga
Sebagai
illustrasi perhatikan contoh-contoh berikut:
Contoh 1:
Selidiki perilaku fungsi f(x) =
disekitar
0; (x ¹ 0)
Perhatikan
nilai-nilai fungsi f bilamana x dibuat dekat ke 0; (x ¹ 0)
Tabel 1.4.1.1
X
|
|
|
|
|
®…
|
0
|
…¬
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
|
f(x)
|
2
|
10
|
10000
|
1000000
|
®…
|
?
|
…¬
|
-1000000
|
|
-10
|
-2
|
Dari
tabel 3.4.1.1 terlihat bahwa :
Nilai f(x) akan semakin membesar tanpa batas, bilaman x semakin dekat ke 0 dari arah kanan ,
dalam hal ini dikatakan
Nilai f(x) akan semakin mengecil tanpa batas, bilaman x semakin dekat ke 0 dari arah kiri ,
dalam hal ini dikatakan
Jadi limit kanan f(x) dan limit kiri f(x) pada x =0 dikatakan tidak ada.
Catatan : Lambang -¥ dan +¥ bukan bilangan.
Terlihat bahwa tidak ada bilangan tertentu yang bisa
didekati f(x) manakala x dibuat mendekati 0.
Jadi
tidak ada.
Contoh 2:
Tentukan limit fungsi beikut
(jika ada) pada x ® 0, kemudian gambar grafiknya.
a.
|
1
|
|
0
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
4
|
|
-1
|
|
-2
|
|
-3
|
|
-4
|
|
-1
|
|
-2
|
|
2
|
|
4
|
|
f(x) =
|
|
f(x) =
|
|
x
|
|
y
|
|
Gambar 4
|
b.
Penyelesaian:
a. f(x) =
Daerah asal f
adalah semua bilangan riil x kecuali x=0
atau (-¥,0) È (0,+¥). Dan range f adalah (0,+¥) atau y > 0
grafik f akan membesar tanpa
batas bilamana x mendekati 0, dari
sebelah kiri maupun dari sebelah kanan, sehingga dikatakan:
Meskipun dalam hal ini limit kiri dan limit kanannya
sama-sama menuju ¥, akan tetapi ¥ bukan suatu bilangan, maka
dikatakan:
b.
|
1
|
|
0
|
|
1
|
|
2
|
|
3
|
|
x
|
|
-1
|
|
-2
|
|
-3
|
|
y
|
|
-1
|
|
-2
|
|
-4
|
|
f(x) =
|
|
f(x) =
|
Gambar 5 |
Perhatikan bahwa nilai f(x) akan mengecil tanpa
batas bilamana x semakin dekat ke
nol, baik dari kiri maupun dari kanan, maka kita katakan
(tidak ada)
B.
Kontinyuitas
·
Suatu fungsi
dikatakan kontinyu apabila grafiknya berupa kurva yang tidak patah.
·
Suatu fungsi f(x)
adalah kontinu untuk x = a, jika :
§ f(a) tertentu
§
ada dan terhingga
§
·
Apabila salah satu
syarat diatas tidak dipenuhi, maka fungsinya tidak kontinu atau disebut juga
diskontinu.
·
Seperti telah
dijelaskan pada bagian sebelumnya, kadang-kadang nilai
sama dengan
, kadang pula tidak sama. Pada kenyataannya, meskipun
tidak
terdefinisikan akan tetapi
mungkin ada.
Apabila
=
maka dikatakan
fungsi f kontinu di c.
|
Definisi 2.1 Fungsi f dikatakan kontinu di
|
Definisi 2.1 di atas secara implisit mensyaratkan tiga hal agar fungsi f
kontinu di a, yaitu:
(i). f(a)
ada atau terdefinisikan,
(ii).
ada, dan
(iii).
Secara
grafik, fungsi f kontinu di
jika grafik
fungsi f pada suatu interval yang memuat a tidak terpotong di
titik
. Jika fungsi f tidak kontinu di a maka
dikatakan f diskontinu di a. Pada Gambar, f kontiynu di x1
dan di setiap titik di dalam
kecuali di
titik-titik x2, x3, dan x4.
Fungsi f diskontinu di x2 karena
tidak ada,
diskontinu di x3 karena nilai
tidak sama dengan nilai fungsi di x3
(meskipun keduanya ada), dan diskontinu di x4 karena nilai
fungsi di titik ini tidak ada.
|
°
|
|
°
|
|
°
|
|
·
|
|
a x1 x2 x3 x4 b
|
|
Gambar 9
|
Fungsi
f dikatakan kontinu pada interval I jika f kontinu di
setiap titik anggota I.
Contoh
9
(a).
Fungsi f dengan rumus
diskontinu di x
= 1 karena f (1) tidak terdefinisi.
(b).
Fungsi Heavyside H yang
didefinisikan oleh
diskontinu di x
= 0 sebab
tidak ada.
(c).
Fungsi g dengan defini
diskontinu
di x = 2 sebab g(2) = 3 sedangkan
. Namun demikian fungsi g kontinu di x =
1 sebab
=3
C.
Deret mac Laurint
Misalkan
Masukan
Differensialkan
Masukan
Differensialkan
Masukkan
Differensialkan
Masukkan
Dan seterusnya….. sehingga
diperoleh:
Contoh :
1.
perderetkan
dalam deret maclaurin
jawab:
Maka
D.
Deret Taylor
Rumus deret taylor diturunkan dari deret maclaurin, dimana
deret maclaurin adalah:
Maka untuk mendapatkan rumus taylor
tersebut,dapat dicari dengan memisalkan sebuah fungsi dalam koefisien
differensialnya dititik x=0 yakni dititik k(lihat gambar)
|
f(a)
|
|
Y
|
|
f(h)
|
|
Y=f(x)
|
|
P
|
K
|
0
|
h
maka
dititik P:f(h)
jika kita geserkan sumbu y sejauh a kekiri, maka
|
Y=f(x)
|
|
F(a+h)
|
|
P
|
|
k
|
|
F(a)
|
h
|
0
|
Maka persamaan kurvanya terhadap sumbu yang baru menjadi
y=f(x+a) dan harga dititik K sekarang menjadi f(a), sehingga dititik P:f(a+h)
jika a=x maka
deret umum taylor menjadi
Langganan:
Postingan (Atom)